Posted by: sutrisno | November 14, 2010

Tugas Softkill II tgl 13 november 2010 konflik dalam berorganisasi

Konfik dalam berorganisasi

Di dalam wikimapi Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.Di dalam organisasi yang terdiri bermacam – macam anggota yang berlatar belakang yang berbeda pula. Tentunya terjadinya gap atau friksi antar anggota pasti ada.
Terjadinya konflik dalam setiap organisasi merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Hal ini terjadi karena di satu sisi orang-orang yang terlibat dalam organisasi mempunyai karakter, tujuan, visi, maupun gaya yang berbeda- beda. Di sisi lain adanya saling ketergantungan antara satu dengan yang lain yang menjadi karakter setiap organisasi. Tidak semua konflik merugikan organisasi.
Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat menguntungkan organisasi sebagai suatu kesatuan.
Konfik atas atasa dan bawahan merupakan yang sangat mungkin terjadi Konflik jenis ini relatif sulit karena sering tidak dinyatakan secara terbuka. Umumnya karyawan pihak karyawan lebih cenderung untuk diam, meskipun mengalami pertentangan dengan pihak atasan. Yang penting bagi suatu organisasi adalah agar setiap konflik hendaknya bisa diselesaikan dengan baik. Kebanyakan suatu konflik menjadi makin berat karena lama terpendam. Karena itulah penting bagi suatu organisasi “menemukan” konflik atau sumbernya sedini mungkin. Cara yang ditempuh adalah dengan menggalakkan saluran komunikasi ke atas.
Kadang kita bingung mengapa ada konflik ya pertanyaan itu terjadi mungkin hak karyawan tidak di berikan sepenuh hati ,ini mungkin sering terjadi dan karyawan di tuntut oleh managenen yang underpressure ,disiplin di terapkan sangat ketat tapi di pihak managemen hak karyawan tidak di berikan secara secara disiplin pula.Sehingga para karyawan membrontak atau melakukan aksi.mungkin bersikap diam.bahkan untuk bekerja saja tidak semangat.Tentunya ini sangat merugikan perusahaan.Biasanya pihak managemen akan bertindak bila sudah managemen merasa di rugikan.
Tentunya kehadiran konflik dalam suatu perusahaan tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat dieliminir. Konflik dalam perusahaan dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu karyawan, konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik serta mengalami eskalasi secara terbuka dapat merugikan kepentingan managemen


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: