Posted by: sutrisno | September 26, 2010

Fenomena Mudik 2010


Sudah lama tidak menulis di blog.. di smester ini ada tugas menulis , Ya sudah menulis yang baru saya alami kemarin yaitu Mudik ,Kemarin saya mudik ke kampung halaman saya tempat saya di lahirkan dan di asuh Bapak dan Ibu tercinta.Bagi umat Islam Lebaran atau Idul Fitri adalah suatu ritual keagamaan yang aku tunggu tunggu karena merupakan hari kemenangan Umat Islam setelah berperang melawan hawa nafsu selama sebulan.Sekaligus intropeksi diri selama setahun dengan tujuan kita menjadi manusia bertaqwa..dan bagi saya pribadi semoga setelah lebaran ini saya akan menjadi manusia yang lebih baik dari tahun yang kemarin.
Bagi saya Mudik adalah sesuatu yang aku tunggu-tunggu, begitu juga bagi masyarakat di perantuan seperti saya ,dan para warga urban di berbagai tempat.Bagi warga jakarta sendiri non betawi mudik adalah sesuatu kultur unik,mereka akan rela mengorban apa saja demi untuk melaksanakan budaya mudi.Mudik sendiri biasa dimaknai sebagai proses kembalinya masyarakat urban, perantau ke kampung halaman. Dan tradisi mudik menjelang perayaan Idul Fitri ini sudah menjadi kultur atau budaya sehingga saya memahaminya sebagai mudik kultural. Mudik sebagai fenomena kultural unik adanya dan mungkin hanya satu-satunya di dunia,karena di tempat lain /negara lain mungkin juga ada tapi tidak sehebok di Indonesia. Fenomena mudik telah menyita banyak perhatian dari seluruh kalangan seperti pemerintah(departemen perhubungan sosiolog, hingga aparat kepolisian sehingga harus mengawal arus mudik dan arus balik dari komunitas pemudik pengguna sepeda motor.
Dari situ kita bisa mengetahui motivasi para pemudik Tapi, itu bisa diraba tentunya. Motivasi mudik bisa tergambar dalam upaya kembali ke tanah kelahiran setelah sekian lama ada di perantauan. merayakan Idul Fitri di kampung halaman, menjalin tali silaturrahmi yang selama ini terputus karena kesibukan pekerjaan di jakarta
Seperti nya aku yang kerja di jakarta bahkan untuk mudik untuk ketemu Bapak dan Ibu cuma setahun sekali ya waktu lebaran aja,Biarpun perjuangan untuk mudik berat tetap saja dengan niat Ibadah Alhamdulillah bisa Sowan ke Bapak dan Ibu serta balik lagi ke jakarta dengan selamat.Bagi saya Mudik itu senang banget biarpun badan terasa capek.. tahun ini bahkan di jalan sampai 18 jam yang biasa nya cuma 9 atau 12 jam ,tetap saja kami laksanakan.Kemacetan terjadi karena arus mudik pada puncaknya ,bahkan di jalan tol Cikampek menggunakan sistem buka tutup.

Setelah melewati perjuangan yang panjang dan melelahkan Akhirnya kami sekeluarga dapat berkumput makan ketupat bareng ,Silahturahmi ke rumah sanak saudara ,mengunjungi ke rumah kawan kawan waktu sekolah dan tidak lupa ke Makam para para Family yang telah duluan di panggil ALLAH swt.
Perayaan Idul Fitri selama ini setelah aku amati juga tidak seramai waktu kecil dulu…
Bagi saya pribadi perayaan Idul Fitri mempunyai nilai – nilai yang tinggi…

cukup sekian dulu .. nanti untuk Idul Fitri saya tulis lagi.. hehehhehe,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: